SYDNEY - Kelompok hacking
Anonymous mengklaim telah menutup sebuah server komputer milik
Australian Security Intelligence Organisation (ASIO). Akibat serangan
tersebut, situs milik ASIO tidak dapat diakses dalam beberapa waktu.
Pihak ASIO pun mengamini peristiwa tersebut. "ASIO menyadari mungkin ada beberapa permasalahan teknis dengan situs kami," terang juru bicara ASIO. Demikian dilansir dari IndiaTimes, Jumat (10/8/2012).
Sebelum terjadi serangan itu, beberapa hari terakhir ASIO dan Defence Signals Directorate (DSD) ramai diperbincangkan di situs microblogging Twitter. Kedua oraganisasi tersebut dikabarkan akan diserang oleh kelompok hacking Anonymous.
Kamis pagi melalui postingan di Twitter, akun milik Anonymous Australia (@AuAnon) menulis,"Operasi Anonymous hari ini sibuk dengan serangan lanjutan ke ASIO dan situs DSD."
Sementara itu, harian Sydney Morning Herald melaporkan, Situs milik ASIO tidak dapat diakses selama 30 menit pada Jumat pagi, namun pada Jumat Sore, situ tersebut telah dapat diakses kembali.
Kelompok Anonymous, diyakini berafiliasi dengan "hacktivists", telah menyerang sejumlah situs di seluruh dunia termasuk dari MasterCard, Visa, Departemen Kehakiman AS, pemerintah Tunisia dan Yaman.
Pihak ASIO pun mengamini peristiwa tersebut. "ASIO menyadari mungkin ada beberapa permasalahan teknis dengan situs kami," terang juru bicara ASIO. Demikian dilansir dari IndiaTimes, Jumat (10/8/2012).
Sebelum terjadi serangan itu, beberapa hari terakhir ASIO dan Defence Signals Directorate (DSD) ramai diperbincangkan di situs microblogging Twitter. Kedua oraganisasi tersebut dikabarkan akan diserang oleh kelompok hacking Anonymous.
Kamis pagi melalui postingan di Twitter, akun milik Anonymous Australia (@AuAnon) menulis,"Operasi Anonymous hari ini sibuk dengan serangan lanjutan ke ASIO dan situs DSD."
Sementara itu, harian Sydney Morning Herald melaporkan, Situs milik ASIO tidak dapat diakses selama 30 menit pada Jumat pagi, namun pada Jumat Sore, situ tersebut telah dapat diakses kembali.
Kelompok Anonymous, diyakini berafiliasi dengan "hacktivists", telah menyerang sejumlah situs di seluruh dunia termasuk dari MasterCard, Visa, Departemen Kehakiman AS, pemerintah Tunisia dan Yaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jangan lupa berkomentar setelah membaca.
Semua trik disini telah menjadi tanggungjawab masing-masing :)
Jangan lupa G+ nya yaa ._.